Sabtu, 18 Desember 2021

Menghitung Bea Cukai Barang Impor, Bagaimana Caranya?

Dalam kegiatan impor, bisa dikatakan jika jasa ekspedisi pengiriman barang ke luar negeri memiliki peran yang sangat penting. Hal ini dikarenakan jasa ekspedisi akan menjadi perantara dan penghubung agar kegiatan impor yang dilakukan bisa berlangsung dengan lancar tanpa adanya masalah.

Namun, tentu, pembahasan tentang impor tidak cukup hanya membahas ekspedisi saja. Ada bahasan penting lain yang perlu diketahui, salah satunya adalah menghitung bea cukai dari barang impor tersebut.

Sebagaimana diketahui bahwa bea cukai adalah biaya yang dibebankan kepada importir sebagai bentuk jasa kepada pemerintah. Nah, terkait biaya bea cukai, pada kesempatan ini akan dibahas gambaran dari cara menghitung biaya yang diperlukan.

Menghitung Bea Cukai Barang Impor, Bagaimana Caranya


Bagaimana caranya? Simak ulasan selengkapnya!

Gambaran Cara Menghitung Biaya Bea Cukai

Terkait menghitung bea cukai, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dengan saksama. Adapun beberapa hal yang dimaksud diantaranya adalah sebagai berikut :


1)      Mengetahui nilai barang impor dan besaran pajaknya

Hal pertama yang perlu diketahui perihal perhitungan bea cukai adalah mengetahui nilai dari barang impor dan juga besaran dari pajak. Dasar dari poin ini adalah peraturan menteri keuangan nomor 199 yang dikeluarkan tahun 2019.

Adapun aturan pembayaran bea cukai sesuai dengan peraturan tersebut adalah sebagai berikut:

·         Mulai Januari 2020, barang impor dengan nilai maksimal USD3 hanya akan dikenakan PPN 10% tanpa adanya tambahan bea masuk dan PPH pasal 22 impor

·         Barang impor dengan nilai USD3 hingga USD1500 akan dikenakan tarif PPN sebesar 10% dan bea masuk sebesar 7,5%

·         Barang impor dengan bilai lebih dari USD1500 akan dikenakan tambahan bea masuk, PPN dan PDRI

Beberapa hal di atas adalah ketentuan biaya impor yang perlu diperhatikan. Semua biaya tersebut harus diurus dan dibayarkan oleh pihak pengimpor.


2)      Barang impor dengan tarif pajak normal

Terkait bea cukai untuk impor, ada beberapa ketentuan yang berbeda terkait tarif pajak barang impor. Besaran pajak ini dibedakan dari komoditas barang yang akan dikirimkan.

Adapun besaran tarif dari bea cukai sesuai dengan jenis barang yang dikirim adalah sebagai berikut:

·         Produk tas dibebankan bea masuk sebesar 15% hingga 20%

·         Produk sepatu dibebankan bea masuk sebesar 15% hingga 25%

·         Produk garmen dibebankan PPN sebesar 10%

·         PPH pasal 22 impor dengan besaran 7,5% hingga 10%


Ketentuan-ketentuan di atas adalah hal yang menjadi pertimbangan terkait perhitungan bea cukai untuk kegiatan impor yang dilakukan. Tentu saja, nantinya, perhitungan secara lebih lengkap akan dilakukan guna mengetahui berapa biaya impor yang harus Anda bayarkan.

Nah, jika Anda merupakan salah satu pemain impor Jepang Indonesia dan ingin mendapatkan kemudahan pengurusan biaya impor serta pengiriman, Anda bisa menggunakan layanan Kilo.id. Tidak hanya siap mengirim barang pesanan dengan aman, Kilo.id siap memberikan bantuan perihal pengurusan pajak impor yang rumit!

Deskripsi: impor Jepang Indonesia termasuk yang cukup ramai. Namun, sebelum melakukan pengiriman impor, Anda juga sebaiknya mengetahui perhitungan terkait bea cukai.

0 komentar:

Posting Komentar